Jakarta, 24 September 2026 – Pasangan kano Indonesia Rudiansyah dan Muhammad Burhan belum berhasil menyumbangkan medali pada nomor kano ganda putra 500 meter Asian Games Aichi-Nagoya 2026, Kamis. Keduanya harus mengakhiri perlombaan final di peringkat kedelapan. Nomor tersebut menjadi salah satu final cabang kano sprint yang diikuti kontingen Indonesia pada rangkaian pertandingan Kamis. Sementara itu, China kembali memperlihatkan dominasinya dengan merebut medali emas.
Rudiansyah dan Burhan turun pada final C2 500 meter putra setelah masuk dalam daftar atlet Indonesia yang berpeluang menambah perolehan medali. Perlombaan dijadwalkan berlangsung sekitar pukul 10.00 WIB dan mempertemukan pasangan-pasangan terbaik Asia. Indonesia menurunkan keduanya sebagai kombinasi yang telah memiliki pengalaman tampil bersama pada kompetisi internasional. Namun, persaingan ketat sejak awal membuat pasangan Merah Putih kesulitan menembus kelompok terdepan.
Pada fase awal perlombaan, para peserta langsung meningkatkan kecepatan untuk memperoleh posisi terbaik. Rudiansyah dan Burhan berusaha mempertahankan ritme agar tidak terlalu jauh tertinggal dari kelompok depan. Memasuki bagian akhir lintasan, persaingan semakin ketat ketika sejumlah pasangan meningkatkan tempo kayuhan. Indonesia akhirnya melewati garis finis di posisi kedelapan sehingga tidak masuk dalam perebutan tiga medali.
China kembali menunjukkan kekuatan pada nomor kano sprint dengan keluar sebagai peraih medali emas. Keberhasilan tersebut melanjutkan performa kuat kontingen China pada cabang olahraga air selama Asian Games 2026. Persaingan untuk posisi podium berlangsung ketat karena negara-negara Asia memiliki tradisi dan program pembinaan yang kuat pada kano sprint. Indonesia masih membutuhkan peningkatan performa untuk memperkecil selisih dengan para pesaing utama pada level kontinental.
Bagi Rudiansyah, Asian Games bukan pengalaman pertama menghadapi persaingan tingkat Asia. Pada Asian Games Hangzhou 2022 yang digelar pada 2023, ia juga tampil pada final kano tunggal putra 1.000 meter dan menempati peringkat kedelapan dengan waktu 4 menit 58,328 detik. Ketika itu, Rudiansyah tertinggal 42,386 detik dari Lai Kuan-Chieh asal Taiwan yang meraih medali emas. Pengalaman tersebut kemudian menjadi bagian dari proses pengembangan Rudiansyah menuju kompetisi berikutnya.
Rudiansyah dan Burhan juga telah beberapa kali berada dalam komposisi tim kano Indonesia. Pada SEA Games 2025 di Thailand, keduanya menjadi bagian dari tim kano empat putra 200 meter bersama Sofiyanto, Roby Kuswandi, dan Evans Monim. Tim tersebut berhasil mendapatkan medali perunggu dengan catatan waktu 35,124 detik. Setelah SEA Games, tim kano Indonesia memang menjadikan Asian Games 2026 sebagai salah satu sasaran utama peningkatan prestasi.
Persiapan menuju Asian Games dilakukan dengan target meningkatkan kualitas latihan, jam terbang, dan kedisiplinan atlet. Persaingan pada level Asia dinilai lebih berat dibandingkan kawasan Asia Tenggara karena sejumlah negara memiliki atlet yang secara rutin tampil dalam kejuaraan dunia maupun Olimpiade. China menjadi salah satu kekuatan utama, sementara Jepang, Kazakhstan, Uzbekistan, Korea Selatan, dan sejumlah negara lainnya juga memiliki kemampuan kompetitif. Kondisi tersebut membuat setiap nomor final menuntut performa optimal sejak start hingga garis finis.
Cabang kano sprint sendiri masih memiliki sejumlah agenda bagi kontingen Indonesia pada Kamis. Selain Rudiansyah dan Burhan, Herlin Aprilin Lali dijadwalkan tampil pada final kano tunggal putri 200 meter. Indonesia juga menurunkan tim pada semifinal kayak empat putra 500 meter, sedangkan Ramla Baharuddin dan Stevani Maysche Ibo tampil pada semifinal kayak ganda putri 500 meter. Subhi dan Stevani juga dijadwalkan turun pada nomor kayak ganda campuran 500 meter.
Kehadiran sejumlah wakil Indonesia pada berbagai nomor memperlihatkan upaya tim kano dan kayak untuk bersaing lebih luas di Asian Games. Sebelumnya, tim kano dan kayak Indonesia membawa pulang total 13 medali dari SEA Games 2025, terdiri atas dua emas, lima perak, dan enam perunggu. Hasil tersebut menjadi modal sebelum menghadapi level persaingan yang lebih tinggi di Aichi-Nagoya. Namun, capaian di Asia membutuhkan peningkatan karena kekuatan lawan dan kedalaman persaingan berbeda dibandingkan kompetisi regional Asia Tenggara.
Peringkat kedelapan Rudiansyah dan Burhan membuat Indonesia belum memperoleh tambahan medali dari nomor C2 500 meter putra. Hasil tersebut menjadi bahan evaluasi untuk meningkatkan kemampuan teknis, kekuatan, ritme kayuhan, dan konsistensi ketika menghadapi perlombaan berintensitas tinggi. Pengalaman tampil di final Asian Games tetap memberikan kesempatan bagi keduanya mengukur kemampuan menghadapi pasangan-pasangan terbaik Asia. Tim Indonesia masih memiliki sejumlah nomor lain yang dapat dimanfaatkan untuk mengejar hasil lebih baik sepanjang rangkaian pertandingan kano sprint Asian Games 2026.