Jakarta, 8 November 2026 – Pemerintah menyiapkan peningkatan stimulus transportasi untuk menghadapi periode libur Natal 2026 dan Tahun Baru 2027 (Nataru). Nilai stimulus disebut naik hingga dua kali lipat dibandingkan program sebelumnya sebagai upaya mendorong mobilitas masyarakat dan aktivitas perekonomian nasional. Kebijakan tersebut diarahkan untuk membantu menekan biaya perjalanan sekaligus meningkatkan pergerakan wisatawan selama liburan akhir tahun. Sejumlah moda transportasi menjadi perhatian dalam penyusunan skema insentif, mulai dari angkutan udara hingga transportasi darat dan laut.
Peningkatan stimulus transportasi menjadi bagian dari langkah pemerintah menjaga daya beli masyarakat menjelang pergantian tahun. Periode Nataru biasanya diikuti kenaikan permintaan perjalanan, terutama menuju daerah wisata dan kampung halaman. Kondisi tersebut dapat memengaruhi harga tiket serta ketersediaan layanan transportasi. Melalui program diskon, pemerintah berharap masyarakat memperoleh pilihan perjalanan yang lebih terjangkau tanpa mengabaikan aspek keselamatan dan kualitas pelayanan.
Wakil Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Dradjad Hari Wibowo menjelaskan bahwa anggaran stimulus mencapai Rp883,4 miliar, meningkat sekitar 128 persen dibandingkan periode Nataru sebelumnya sebesar Rp387,53 miliar. Pernyataan tersebut disampaikan dalam peluncuran program stimulus transportasi di Jakarta, Minggu (8/11/2026). Pemerintah menargetkan kebijakan ini dapat menjangkau jutaan penumpang melalui empat moda transportasi. Selain menjaga keterjangkauan harga tiket, stimulus diharapkan meningkatkan aktivitas perdagangan, pariwisata, dan usaha masyarakat di berbagai daerah.
Untuk transportasi udara, pemerintah memberikan fasilitas Pajak Pertambahan Nilai Ditanggung Pemerintah (PPN DTP) sebesar 100 persen bagi tiket pesawat kelas ekonomi rute domestik yang memenuhi ketentuan. Insentif berlaku untuk penerbangan pada 22 Desember 2026 hingga 10 Januari 2027. Pembelian tiket program telah dibuka sejak Oktober melalui maskapai yang berpartisipasi, termasuk Garuda Indonesia, Citilink, dan Pelita Air. Kebijakan ini ditargetkan membantu sekitar 3,85 juta penumpang selama periode liburan.
Pada moda kereta api, PT Kereta Api Indonesia memberikan potongan harga tiket sebesar 30 persen untuk kelas ekonomi komersial pada perjalanan tertentu di Jawa dan Sumatera Utara. Diskon berlaku bagi keberangkatan 22 Desember 2026 hingga 4 Januari 2027, sedangkan pemesanan telah dibuka sejak 7 November 2026. Program tersebut ditargetkan menjangkau sekitar 1,04 juta penumpang. Masyarakat dapat memeriksa ketersediaan tiket melalui aplikasi Access by KAI maupun kanal penjualan resmi lainnya.
Sementara itu, PT Pelni menyediakan diskon sebesar 30 persen dari tarif dasar tiket kapal penumpang kelas ekonomi untuk keberangkatan 17 Desember 2026 hingga 10 Januari 2027. Pada layanan penyeberangan, PT ASDP Indonesia Ferry memberikan pembebasan tarif jasa kepelabuhanan bagi penumpang pejalan kaki dan kendaraan golongan tertentu di 14 pelabuhan terpilih. Program ASDP berlaku pada 22 Desember 2026 hingga 10 Januari 2027, dengan penjualan tiket yang telah dimulai sejak 7 November. Kedua skema tersebut diharapkan membantu mobilitas masyarakat antarpulau selama musim liburan.
Pemerintah memperkirakan pergerakan masyarakat selama periode Nataru 2026/2027 dapat mencapai 127 juta orang, bahkan berpotensi mendekati 130 juta perjalanan. Peningkatan mobilitas tersebut diharapkan mendorong konsumsi masyarakat di berbagai daerah tujuan wisata dan kampung halaman. Meski demikian, masyarakat perlu memperhatikan jadwal keberangkatan, persyaratan diskon, serta ketersediaan kuota pada masing-masing operator. Dengan anggaran stimulus yang meningkat lebih dari dua kali lipat, pemerintah berharap perjalanan akhir tahun menjadi lebih terjangkau sekaligus memberikan dampak positif terhadap perekonomian nasional.