Jakarta, 3 Mei 2026 – Menteri Perdagangan menyampaikan bahwa sektor burung kicau memiliki nilai ekonomi yang signifikan, bahkan diperkirakan mencapai hingga Rp2 triliun. Potensi ini berasal dari berbagai aktivitas, mulai dari perdagangan hingga kontes burung yang semakin diminati masyarakat.
Menurut Kementerian Perdagangan, tingginya minat terhadap burung kicau mendorong pertumbuhan pasar yang cukup pesat. Selain menjadi hobi, sektor ini juga membuka peluang usaha bagi banyak pelaku ekonomi, termasuk peternak, penjual, hingga penyelenggara lomba.
Burung kicau dinilai memiliki nilai jual yang tinggi, terutama untuk jenis-jenis tertentu yang memiliki kualitas suara dan penampilan unggul. Hal ini membuat pasar burung kicau terus berkembang di berbagai daerah.
Pemerintah juga mendorong pelaku usaha untuk mengelola bisnis ini secara berkelanjutan dan memperhatikan aspek kesejahteraan satwa. Langkah ini dinilai penting agar potensi ekonomi tetap berjalan tanpa merusak ekosistem.
Pengamat ekonomi kreatif menilai bahwa sektor hobi seperti burung kicau dapat menjadi salah satu penggerak ekonomi berbasis komunitas. Aktivitas yang melibatkan banyak orang ini juga berpotensi menciptakan lapangan kerja baru.
Selain itu, kegiatan kontes burung kicau yang rutin digelar turut memberikan dampak ekonomi bagi daerah, seperti peningkatan sektor pariwisata dan usaha lokal.
Dengan potensi yang besar, sektor burung kicau diharapkan dapat terus berkembang dan memberikan kontribusi positif bagi perekonomian nasional.