Jakarta, 5 Mei 2026 – Politikus Partai Solidaritas Indonesia, Ade Armando, menyampaikan kekhawatiran terkait polemik video yang melibatkan Jusuf Kalla. Ia menilai isu tersebut berpotensi menyeret citra partai menjelang kontestasi politik Pemilu 2029.
Ade Armando mengungkapkan bahwa dinamika yang berkembang di ruang publik, terutama di media sosial, dapat memengaruhi persepsi masyarakat terhadap partai. Ia menekankan pentingnya penanganan isu secara cepat dan tepat agar tidak berkembang menjadi sentimen negatif yang berkepanjangan.
Menurutnya, setiap polemik yang melibatkan tokoh nasional memiliki dampak luas, terlebih jika dikaitkan dengan partai politik tertentu. Oleh karena itu, komunikasi yang jelas dan transparan dinilai penting untuk menjaga kepercayaan publik.
Ia juga menyoroti pentingnya konsolidasi internal partai guna menghadapi berbagai tantangan menjelang pemilu. Soliditas dan strategi komunikasi yang kuat dianggap menjadi kunci dalam menjaga stabilitas elektabilitas partai.
Di sisi lain, Ade Armando berharap masyarakat dapat menyikapi informasi yang beredar secara bijak dan tidak mudah terpengaruh oleh narasi yang belum tentu sesuai fakta. Literasi digital dinilai penting dalam menghadapi arus informasi yang semakin cepat.
Polemik ini menjadi pengingat bagi partai politik untuk lebih berhati-hati dalam menghadapi isu publik, terutama yang melibatkan figur penting. Dampaknya dinilai tidak hanya bersifat jangka pendek, tetapi juga dapat memengaruhi arah politik di masa depan.