Jakarta, 1 Oktober 2026 – Nurkholisoh Ibnu Aman resmi dilantik Presiden Prabowo Subianto sebagai Wakil Menteri Keuangan (Wamenkeu) di Istana Negara, Jakarta, Kamis (1/10/2026). Ia dilantik bersama Luky Alfirman untuk mendampingi Menteri Keuangan Suahasil Nazara dalam mengelola kebijakan fiskal dan keuangan negara. Dengan penambahan tersebut, jajaran Wakil Menteri Keuangan kini terdiri dari Nurkholisoh, Luky Alfirman, dan Juda Agung. Sebelum masuk ke pemerintahan, Nurkholisoh dikenal sebagai ekonom sekaligus peneliti dengan pengalaman panjang di Bank Indonesia (BI).
Nurkholisoh memiliki rekam jejak panjang di bank sentral. Ia pernah menjadi Senior Economist Bank Indonesia pada periode 2006 hingga 2019. Setelah menjalani studi dan kegiatan penelitian di luar negeri, ia kembali bergabung dengan BI sebagai Senior Researcher sejak November 2024. Dalam posisi tersebut, Nurkholisoh terlibat dalam berbagai penelitian yang berkaitan dengan kebijakan bank sentral. Pengalaman tersebut membuatnya memiliki latar belakang kuat di bidang ekonomi, keuangan, perbankan, dan kebijakan moneter.
Sebelum berkarier panjang di Bank Indonesia, Nurkholisoh sempat bekerja di sektor swasta. Ia tercatat menjadi Senior Associate di Ernst & Young (EY) pada periode 2004 hingga 2005. Setelah itu, perjalanan profesionalnya beralih ke bank sentral dan berlangsung selama lebih dari satu dekade. Pada 2020, ia kemudian menjalani aktivitas sebagai peneliti doktoral di University of Edinburgh Business School. Perjalanan tersebut mempertemukan pengalaman profesional, penelitian akademik, dan pekerjaan di lembaga pembuat kebijakan ekonomi.
Latar belakang pendidikan Nurkholisoh juga banyak berkaitan dengan teknik, ekonomi, dan keuangan. Ia menyelesaikan pendidikan sarjana Teknik Industri di Institut Teknologi Bandung (ITB) setelah menjalani studi pada 1997–2002. Nurkholisoh kemudian melanjutkan pendidikan ke Chalmers University of Technology di Swedia pada 2002–2004 dan memperoleh gelar Master of Science. Pada 2010–2012, ia menempuh program MBA dengan fokus Finance and Economics di University of Chicago Booth School of Business. Pendidikan doktoralnya kemudian diselesaikan di University of Edinburgh Business School dengan gelar PhD bidang Finance pada 2025.
Aktivitas penelitian Nurkholisoh mencakup sejumlah persoalan yang berkaitan langsung dengan kebijakan ekonomi. Salah satunya adalah penelitian mengenai dampak digitalisasi terhadap efektivitas penyaluran bantuan sosial dengan menggunakan data mikro sistem pembayaran. Penelitian tersebut tercatat sebagai working paper Bank Indonesia tahun 2025 dan dikerjakan bersama sejumlah peneliti lainnya. Ia juga terlibat dalam penelitian mengenai pengembangan pembiayaan melalui sekuritisasi aset bank serta kesiapan kebijakan dan pasar. Rekam jejak tersebut memperlihatkan fokus penelitiannya tidak hanya pada kebijakan moneter, tetapi juga sistem pembayaran dan pengembangan sektor keuangan.
Masuknya Nurkholisoh ke Kementerian Keuangan membuat pengalaman di bank sentral kini dibawa ke lingkungan pengelolaan fiskal. Ia akan bekerja bersama Luky Alfirman dan Juda Agung untuk membantu Suahasil Nazara menjalankan tugas sebagai Menteri Keuangan. Susunan tersebut terbentuk setelah terjadi sejumlah perubahan pada jajaran pimpinan Kementerian Keuangan. Suahasil sebelumnya merupakan Wakil Menteri Keuangan sebelum dipercaya menjadi Menteri Keuangan, sedangkan Juda Agung juga memiliki pengalaman panjang di Bank Indonesia. Kehadiran Nurkholisoh semakin memperkuat latar belakang ekonomi dan kebijakan moneter dalam jajaran pimpinan kementerian.
Pelantikan Nurkholisoh menjadi babak baru setelah bertahun-tahun berkecimpung sebagai ekonom dan peneliti. Pengalamannya sebagai Senior Economist dan Senior Researcher BI akan menjadi bekal ketika menangani persoalan fiskal, pembiayaan, dan koordinasi kebijakan ekonomi di Kementerian Keuangan. Tantangan yang dihadapi mencakup pengelolaan APBN, penerimaan dan belanja negara, pembiayaan, hingga menjaga koordinasi kebijakan fiskal dan moneter. Dengan latar pendidikan serta pengalaman penelitian yang panjang, Nurkholisoh kini beralih dari lingkungan bank sentral menuju posisi strategis dalam pemerintahan.