Jakarta, 3 Juni 2026 – Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mengajak para menteri, pimpinan lembaga, hingga Kapolri untuk merasakan langsung layanan transportasi umum dengan menggunakan TransJakarta dalam aktivitas sehari-hari. Ajakan tersebut disampaikan seiring meningkatnya capaian sektor transportasi publik ibu kota yang disebut telah menempatkan Jakarta pada peringkat ke-17 dunia dalam kategori sistem transportasi perkotaan. Menurut Pramono, kemajuan yang dicapai Jakarta dalam beberapa tahun terakhir merupakan hasil dari pembangunan yang berkelanjutan, integrasi berbagai moda transportasi, serta meningkatnya partisipasi masyarakat dalam menggunakan angkutan umum. Ia menilai penggunaan transportasi publik oleh para pejabat negara dapat menjadi contoh positif sekaligus membantu memahami secara langsung pengalaman masyarakat sebagai pengguna layanan. Langkah tersebut juga dipandang sebagai bagian dari upaya memperkuat budaya transportasi publik di kota metropolitan yang terus berkembang.
Perkembangan transportasi umum di Jakarta dalam beberapa tahun terakhir memang menjadi salah satu aspek yang sering mendapat perhatian. Berbagai proyek integrasi moda, peningkatan kualitas layanan, digitalisasi sistem pembayaran, serta perluasan jaringan transportasi telah mengubah wajah mobilitas perkotaan secara signifikan. Masyarakat kini memiliki lebih banyak pilihan untuk bepergian menggunakan transportasi massal yang saling terhubung, mulai dari TransJakarta, MRT Jakarta, LRT, hingga layanan kereta komuter. Kehadiran sistem yang semakin terintegrasi tersebut dinilai mampu mengurangi ketergantungan terhadap kendaraan pribadi sekaligus meningkatkan efisiensi perjalanan di tengah kepadatan aktivitas perkotaan. Karena itu, capaian Jakarta dalam berbagai penilaian internasional terkait transportasi menjadi salah satu indikator keberhasilan transformasi yang sedang berlangsung.
Menurut para pengamat transportasi, salah satu tantangan terbesar kota-kota besar di dunia adalah menciptakan sistem mobilitas yang mampu melayani jutaan penduduk secara efektif dan berkelanjutan. Jakarta selama bertahun-tahun dikenal sebagai kota yang menghadapi persoalan kemacetan cukup kompleks akibat tingginya jumlah kendaraan dan pertumbuhan urbanisasi yang pesat. Namun melalui investasi besar dalam pengembangan transportasi publik, kondisi tersebut mulai menunjukkan perubahan yang signifikan. Peningkatan jumlah pengguna transportasi umum dalam beberapa tahun terakhir menjadi salah satu indikator bahwa masyarakat semakin menerima moda angkutan massal sebagai pilihan utama untuk beraktivitas. Perubahan perilaku tersebut dianggap sebagai fondasi penting dalam menciptakan sistem transportasi perkotaan yang lebih modern dan efisien.
Ajakan Pramono kepada para pejabat negara untuk menggunakan TransJakarta juga dinilai memiliki makna simbolis yang cukup kuat. Banyak pemerhati kebijakan publik berpendapat bahwa pengalaman langsung menggunakan layanan publik dapat membantu pengambil keputusan memahami berbagai kebutuhan dan tantangan yang dihadapi masyarakat. Ketika pejabat merasakan sendiri kondisi di lapangan, proses evaluasi dan pengambilan kebijakan dapat dilakukan dengan perspektif yang lebih dekat terhadap realitas pengguna. Selain itu, keterlibatan figur publik dalam penggunaan transportasi umum sering kali memberikan dampak positif terhadap citra layanan dan mendorong masyarakat untuk ikut memanfaatkannya. Di berbagai negara, kebiasaan pejabat menggunakan angkutan umum bahkan menjadi bagian dari budaya pelayanan publik yang dekat dengan masyarakat.
Dari sisi lingkungan, peningkatan penggunaan transportasi umum juga memiliki manfaat yang sangat besar. Berkurangnya ketergantungan terhadap kendaraan pribadi dapat membantu menekan emisi gas buang, mengurangi konsumsi bahan bakar, dan meningkatkan kualitas udara perkotaan. Berbagai studi menunjukkan bahwa sistem transportasi massal yang efisien merupakan salah satu instrumen penting dalam mendukung pembangunan kota yang berkelanjutan. Oleh karena itu, banyak kota besar di dunia terus berinvestasi dalam pengembangan transportasi publik sebagai bagian dari strategi menghadapi tantangan perubahan iklim dan pertumbuhan populasi. Jakarta pun dinilai berada pada jalur yang sejalan dengan tren global tersebut melalui berbagai program pengembangan transportasi yang terus dilakukan.
Para ahli tata kota juga menilai bahwa keberhasilan sistem transportasi tidak hanya ditentukan oleh infrastruktur fisik, tetapi juga oleh tingkat kenyamanan, keamanan, keterjangkauan, dan kemudahan akses bagi masyarakat. Integrasi antarmoda menjadi faktor yang sangat penting karena memungkinkan pengguna berpindah dari satu layanan ke layanan lain dengan lebih mudah. Selain itu, keberhasilan transportasi publik juga sangat dipengaruhi oleh konsistensi kebijakan dan dukungan masyarakat dalam mengubah pola mobilitas sehari-hari. Dengan semakin berkembangnya jaringan transportasi di Jakarta, harapan untuk menciptakan sistem yang lebih inklusif dan efisien dinilai semakin terbuka.
Ajakan Gubernur Pramono Anung kepada para menteri dan Kapolri untuk menggunakan TransJakarta menjadi bagian dari upaya mendorong budaya penggunaan transportasi publik yang lebih luas. Pernyataan mengenai posisi Jakarta yang masuk dalam jajaran kota dengan sistem transportasi terbaik dunia menunjukkan optimisme terhadap hasil transformasi yang telah dilakukan selama beberapa tahun terakhir. Meski masih menghadapi berbagai tantangan sebagai kota megapolitan, perkembangan yang dicapai menunjukkan arah yang positif bagi masa depan mobilitas perkotaan. Dengan dukungan pemerintah, masyarakat, dan seluruh pemangku kepentingan, Jakarta diharapkan mampu terus meningkatkan kualitas transportasi publik sekaligus memperkuat posisinya sebagai salah satu kota modern dengan sistem mobilitas yang semakin maju dan terintegrasi.