Jakarta, 8 Mei 2026 – Meski ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran mulai menunjukkan tanda mereda, pemulihan aktivitas di kawasan Selat Hormuz diperkirakan membutuhkan waktu cukup lama karena berbagai faktor keamanan dan ekonomi yang masih membayangi jalur pelayaran strategis tersebut.
Selat Hormuz merupakan salah satu jalur laut paling vital di dunia karena menjadi lintasan utama distribusi minyak dan gas internasional dari kawasan Timur Tengah menuju pasar global. Gangguan sekecil apa pun di wilayah ini dapat langsung memengaruhi perdagangan dunia dan harga energi internasional.
Pengamat maritim menjelaskan salah satu alasan utama pemulihan tidak bisa berlangsung cepat adalah tingginya risiko keamanan pascakonflik. Ancaman ranjau laut, gangguan terhadap kapal tanker, serta ketidakpastian situasi militer membuat banyak perusahaan pelayaran masih berhati-hati melintasi kawasan tersebut.
Selain faktor keamanan, perusahaan asuransi maritim juga disebut menaikkan biaya perlindungan kapal yang melewati Selat Hormuz. Kondisi ini membuat biaya operasional pelayaran meningkat dan menyebabkan sebagian perusahaan memilih menunda perjalanan atau mengalihkan rute ke jalur yang lebih aman meski lebih jauh.
Sejumlah perusahaan pelayaran internasional sebelumnya bahkan sempat menghentikan operasional melalui Hormuz akibat tingginya risiko konflik. Aktivitas kapal tanker dilaporkan sempat menurun drastis ketika ketegangan militer memuncak.
Pengamat ekonomi global menilai pemulihan jalur perdagangan internasional tidak hanya bergantung pada tercapainya perdamaian politik, tetapi juga pada tingkat kepercayaan dunia usaha terhadap stabilitas keamanan kawasan.
Selain itu, proses pemeriksaan dan normalisasi jalur pelayaran juga membutuhkan waktu karena otoritas maritim harus memastikan tidak ada ancaman tersembunyi yang dapat membahayakan kapal komersial maupun tanker energi.
Selat Hormuz selama ini dikenal sebagai chokepoint global atau titik sempit strategis yang sangat sensitif terhadap konflik geopolitik. Sekitar seperlima distribusi minyak dunia melewati jalur tersebut setiap hari sehingga gangguan keamanan langsung berdampak besar terhadap pasar internasional.
Pengamat geopolitik juga menilai meski hubungan AS dan Iran membaik, ketegangan politik di Timur Tengah belum sepenuhnya hilang. Faktor regional dan keterlibatan negara lain di kawasan masih berpotensi memengaruhi stabilitas Selat Hormuz dalam jangka panjang.
Di sisi lain, aktivitas pelayaran memang mulai menunjukkan tanda pemulihan setelah beberapa kapal tanker kembali melintasi Hormuz pasca pembicaraan damai kedua negara. Namun pemulihan tersebut dinilai masih berada pada tahap awal dan belum sepenuhnya normal.
Masyarakat internasional kini terus memantau perkembangan situasi di kawasan Teluk karena stabilitas Selat Hormuz memiliki pengaruh besar terhadap keamanan energi dan ekonomi dunia.
Dengan berbagai tantangan keamanan, ekonomi, dan geopolitik yang masih membayangi, pemulihan penuh aktivitas di Selat Hormuz diperkirakan memerlukan waktu lebih lama meski ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran mulai mereda.