Bandung, 10 September 2026 – Penyelenggaraan GAIKINDO Indonesia International Auto Show (GIIAS) Bandung 2026 menjadi salah satu momentum untuk mendorong kembali transaksi dan penjualan kendaraan di Jawa Barat. Pameran otomotif tersebut resmi dibuka pada Rabu, 9 September 2026 di Sudirman Grand Ballroom, Bandung, dan berlangsung hingga 13 September. Pemerintah Provinsi Jawa Barat memberikan dukungan melalui insentif pajak kendaraan selama pameran berlangsung. Pengunjung yang melakukan transaksi sesuai ketentuan dapat memperoleh pengurangan 10 persen atas pokok Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor untuk penyerahan pertama. Selain itu, tersedia pengurangan 10 persen dari pokok Pajak Kendaraan Bermotor tahunan bagi masyarakat yang melakukan pembayaran melalui layanan yang disediakan di lokasi pameran.
Asisten Perekonomian dan Pembangunan Provinsi Jawa Barat Sumasna mengatakan kehadiran GIIAS Bandung mempunyai posisi penting bagi perkembangan industri otomotif daerah. Pemerintah daerah berharap pameran tersebut tidak hanya menjadi tempat memperkenalkan kendaraan dan teknologi terbaru, tetapi juga menghasilkan transaksi nyata. Insentif pajak diberikan untuk membantu meningkatkan daya tarik masyarakat dalam membeli kendaraan maupun memenuhi kewajiban pajak tahunan. Kebijakan tersebut sekaligus menjadi bentuk dukungan pemerintah terhadap ekosistem industri otomotif yang mempunyai rantai ekonomi cukup luas. Sektor tersebut berkaitan langsung dengan manufaktur, komponen, pembiayaan, penjualan, layanan purnajual hingga tenaga kerja.
Diskon pajak yang diberikan terdiri atas dua skema berbeda. Pertama, pengurangan sebesar 10 persen dari pokok BBN kendaraan bermotor untuk penyerahan pertama yang memenuhi ketentuan selama penyelenggaraan GIIAS Bandung. Kedua, pengurangan sebesar 10 persen dari pokok PKB tahunan bagi wajib pajak yang melakukan pembayaran melalui layanan Kios-K. Karena mekanismenya berbeda, masyarakat perlu memperhatikan persyaratan masing-masing program sebelum melakukan transaksi. Insentif tersebut berlaku selama periode penyelenggaraan GIIAS Bandung pada 9–13 September 2026.
Kebijakan itu diharapkan memberikan stimulus tambahan di tengah upaya industri otomotif menjaga pertumbuhan penjualan. Harga kendaraan bukan satu-satunya komponen yang dipertimbangkan konsumen ketika membeli mobil baru karena terdapat biaya administrasi dan pajak yang harus diperhitungkan. Pengurangan BBN dapat membantu menekan sebagian biaya awal kepemilikan kendaraan. Ketika digabungkan dengan program promosi dari perusahaan otomotif dan lembaga pembiayaan, insentif tersebut berpotensi membuat penawaran selama pameran semakin kompetitif. Momentum GIIAS karena itu diharapkan dapat mendorong konsumen yang sebelumnya masih menunda pembelian untuk mulai melakukan transaksi.
Jawa Barat mempunyai posisi strategis dalam industri otomotif nasional karena menjadi lokasi berbagai fasilitas manufaktur dan industri komponen. Wilayah seperti Bekasi, Karawang, Bogor, Purwakarta hingga Subang telah berkembang sebagai bagian dari rantai produksi kendaraan dan komponen. Industri tersebut memberikan kontribusi terhadap ekspor sekaligus menyerap tenaga kerja dalam jumlah besar. Pemerintah daerah mencatat nilai ekspor kendaraan Jawa Barat mencapai sekitar 5,06 miliar dolar AS atau setara 21,63 persen dari keseluruhan ekspor nonmigas provinsi tersebut. Besarnya kontribusi itu membuat perkembangan pasar otomotif mempunyai hubungan erat dengan aktivitas ekonomi Jawa Barat.
Perekonomian Jawa Barat sendiri mencatat pertumbuhan sebesar 5,73 persen pada triwulan kedua 2026. Pemerintah daerah ingin mempertahankan momentum tersebut dengan mendorong berbagai sektor yang mempunyai efek berganda terhadap kegiatan ekonomi. Industri kendaraan menjadi salah satunya karena transaksi mobil dapat menggerakkan bisnis pembiayaan, asuransi, bengkel, suku cadang hingga jasa pendukung lainnya. Pajak kendaraan juga menjadi salah satu komponen penting Pendapatan Asli Daerah Jawa Barat dengan penerimaan yang mencapai lebih dari Rp10 triliun setiap tahun. Karena itu, pemberian insentif tetap diarahkan agar pada akhirnya dapat memperbesar aktivitas ekonomi sekaligus meningkatkan kepatuhan masyarakat.
GIIAS Bandung 2026 juga hadir dengan jumlah peserta yang lebih lengkap dibandingkan penyelenggaraan sebelumnya. Tahun ini terdapat 19 merek kendaraan bermotor yang terdiri atas 16 merek kendaraan penumpang dan tiga merek sepeda motor. Sejumlah produsen menghadirkan model terbaru sekaligus teknologi elektrifikasi yang semakin banyak masuk ke pasar Indonesia. Lima merek baru turut meramaikan penyelenggaraan tahun keempat GIIAS Bandung tersebut. Selain kendaraan, terdapat 11 merek dari industri pendukung yang melengkapi ekosistem pameran.
Untuk kendaraan penumpang, sejumlah merek yang hadir antara lain BAIC, BYD, Changan, Chery, Daihatsu, GAC AION, Honda, iCar, Jetour, KIA, Mazda, Omoda Jaecoo, Suzuki, Toyota, VinFast dan Wuling. Sementara kategori sepeda motor diikuti Royal Enfield, Scomadi dan Triumph. Komposisi peserta memperlihatkan semakin beragamnya pilihan kendaraan yang tersedia bagi konsumen Jawa Barat. Produsen asal Jepang, China, Korea maupun merek lainnya bersaing menawarkan teknologi dan karakter produk berbeda. Persaingan tersebut juga membuat pameran menjadi tempat bagi konsumen untuk membandingkan kendaraan secara langsung sebelum mengambil keputusan.
Kendaraan listrik menjadi salah satu segmen yang mendapatkan perhatian besar dalam penyelenggaraan tahun ini. Sejumlah produsen membawa mobil listrik perkotaan dengan dimensi kompak yang dinilai sesuai untuk mobilitas masyarakat di kota-kota besar. Pilihan kendaraan elektrifikasi juga semakin luas dibandingkan beberapa tahun sebelumnya karena konsumen dapat mempertimbangkan mobil listrik berbasis baterai, hybrid maupun teknologi lainnya. Kehadiran banyak model sekaligus membuat persaingan harga dan fitur menjadi semakin ketat. GIIAS Bandung dapat menjadi indikator untuk melihat seberapa besar penerimaan masyarakat Jawa Barat terhadap perkembangan kendaraan elektrifikasi.
Ketua Harian sekaligus Ketua Penyelenggara Pameran dan Konferensi GAIKINDO Anton Kumonty menilai kelengkapan peserta tahun ini dapat menjadi daya tarik utama bagi masyarakat Jawa Barat. Pameran tidak sekadar menjadi etalase kendaraan, tetapi juga memberikan kesempatan kepada konsumen untuk memperoleh informasi mengenai produk terbaru secara langsung. Kehadiran merek baru memperbesar pilihan sekaligus meningkatkan kompetisi di pasar. Produsen dapat menggunakan momentum pameran untuk melihat respons konsumen terhadap model maupun teknologi yang diperkenalkan. Transaksi selama lima hari penyelenggaraan kemudian dapat memberikan gambaran mengenai kekuatan permintaan kendaraan di wilayah Bandung dan Jawa Barat.
Dukungan insentif dari Pemprov Jawa Barat membuat penyelenggaraan tahun ini mempunyai daya tarik tambahan. Konsumen dapat menggabungkan program pajak dengan berbagai promosi yang diberikan masing-masing peserta, sepanjang memenuhi ketentuan yang berlaku. Sementara masyarakat yang belum berencana membeli kendaraan tetap dapat memanfaatkan layanan pembayaran pajak tahunan dengan pengurangan 10 persen melalui gerai yang tersedia. Pemerintah berharap skema tersebut dapat meningkatkan kunjungan sekaligus transaksi selama pameran. Pada saat bersamaan, program pembayaran PKB juga diarahkan untuk mendorong kepatuhan wajib pajak kendaraan.
GIIAS Bandung 2026 berlangsung selama lima hari hingga Minggu, 13 September 2026. Pameran ini menjadi salah satu rangkaian GIIAS The Series yang membawa perkembangan industri otomotif lebih dekat kepada konsumen di berbagai daerah. Bagi produsen, Bandung dan wilayah Jawa Barat merupakan pasar penting karena jumlah penduduk besar serta aktivitas ekonominya tinggi. Bagi pemerintah daerah, peningkatan transaksi kendaraan dapat memberikan efek terhadap industri, perdagangan, pembiayaan hingga penerimaan daerah. Kombinasi pameran, produk baru dan diskon pajak 10 persen diharapkan mampu memberikan stimulus bagi pasar otomotif sekaligus menjaga kontribusi sektor kendaraan terhadap pertumbuhan ekonomi Jawa Barat.