Jakarta, 14 September 2026 – Tanggal 14 September tercatat sebagai salah satu hari penting dalam sejarah politik Amerika Serikat. Pada 14 September 1901, Presiden ke-25 Amerika Serikat William McKinley meninggal dunia setelah sebelumnya ditembak oleh Leon Czolgosz, seorang anarkis, saat menghadiri Pan-American Exposition di Buffalo, New York. McKinley sebenarnya tidak langsung meninggal setelah penembakan yang terjadi pada 6 September 1901 tersebut. Ia sempat mendapatkan perawatan dan pada awalnya menunjukkan tanda-tanda pemulihan. Namun, kondisinya kemudian memburuk setelah terjadi komplikasi pada luka tembaknya. Delapan hari setelah serangan, McKinley meninggal pada usia 58 tahun dan Wakil Presiden Theodore Roosevelt kemudian mengambil alih kepemimpinan Amerika Serikat.
William McKinley lahir di Niles, Ohio, pada 29 Januari 1843 dan tumbuh dalam keluarga yang menjalani kehidupan sederhana. Sebelum terjun sepenuhnya ke dunia politik, McKinley sempat mengikuti pendidikan dan kemudian bergabung dengan Union Army ketika Perang Saudara Amerika berlangsung. Pengalaman militernya menjadi bagian penting dalam perjalanan hidupnya dan turut membentuk reputasinya ketika memasuki dunia politik. Setelah perang berakhir, McKinley mempelajari hukum dan memulai karier sebagai pengacara. Ia kemudian bergabung dengan Partai Republik dan perlahan membangun pengaruh politik di Ohio. Karier tersebut akhirnya membawanya menuju tingkat nasional dan membuka jalan untuk menjadi presiden.
McKinley memenangkan pemilihan presiden Amerika Serikat pada 1896 setelah mengalahkan kandidat Partai Demokrat William Jennings Bryan. Ia mulai menjabat sebagai presiden pada 4 Maret 1897 dan kemudian memenangkan masa jabatan kedua dalam pemilihan 1900. Masa kepemimpinannya berlangsung ketika Amerika Serikat mengalami perubahan ekonomi dan politik yang cukup besar. Pemerintahannya dikenal dengan kebijakan yang mendukung tarif protektif dan standar emas. Di bidang internasional, masa kepresidenannya juga bertepatan dengan Perang Spanyol-Amerika pada 1898. Konflik tersebut kemudian membawa perubahan besar terhadap posisi Amerika Serikat dalam hubungan internasional.
Peristiwa yang mengakhiri kehidupan McKinley terjadi pada 6 September 1901 ketika ia menghadiri Pan-American Exposition di Buffalo. Saat itu, McKinley berada di Temple of Music dan menyambut masyarakat yang ingin bertemu dengannya. Leon Czolgosz berada di antara orang-orang yang mengantre untuk bersalaman dengan presiden. Czolgosz menyembunyikan sebuah pistol di balik kain yang membungkus tangannya. Ketika mendapat kesempatan mendekati McKinley, ia melepaskan dua tembakan dari jarak dekat. Serangan tersebut berlangsung sangat cepat dan mengejutkan orang-orang yang berada di lokasi.
Salah satu peluru mengenai tubuh McKinley dan menyebabkan luka serius pada bagian perut. Petugas keamanan dan orang-orang di sekitar segera mengamankan Czolgosz sebelum serangan berlanjut. McKinley kemudian dibawa untuk mendapatkan pertolongan medis dan menjalani operasi. Dokter berusaha menemukan serta menangani kerusakan yang ditimbulkan oleh peluru, tetapi kemampuan medis pada awal abad ke-20 masih sangat terbatas dibandingkan teknologi saat ini. Menariknya, pada beberapa hari pertama setelah operasi, kondisi McKinley sempat dianggap mengalami perkembangan positif. Harapan bahwa presiden akan pulih pun mulai muncul di kalangan pejabat dan masyarakat Amerika.
Kondisi tersebut berubah beberapa hari kemudian ketika kesehatan McKinley mulai memburuk. Luka di dalam tubuhnya mengalami komplikasi dan gangren berkembang di sekitar jaringan yang rusak. Pada masa tersebut, kemampuan dokter untuk menangani infeksi dan komplikasi serius setelah luka tembak belum seperti sekarang. Kondisi McKinley semakin kritis pada 13 September dan peluang untuk menyelamatkan nyawanya semakin kecil. Ia akhirnya meninggal dunia pada dini hari 14 September 1901. Kematian tersebut membuat Amerika Serikat kehilangan seorang presiden hanya beberapa bulan setelah McKinley memulai masa jabatan keduanya.
Wafatnya McKinley membuat Theodore Roosevelt yang ketika itu menjabat wakil presiden harus mengambil alih kepemimpinan. Roosevelt kemudian dilantik sebagai Presiden ke-26 Amerika Serikat pada 14 September 1901. Usianya ketika itu baru 42 tahun sehingga menjadikannya orang termuda yang pernah menduduki jabatan Presiden Amerika Serikat. Pergantian kepemimpinan tersebut kemudian membawa perubahan besar dalam arah politik Amerika. Roosevelt dikenal menjalankan agenda reformasi yang lebih agresif dan memperkuat peranan pemerintah federal dalam berbagai bidang. Ia juga menjadi salah satu tokoh penting dalam perkembangan kebijakan luar negeri Amerika Serikat pada awal abad ke-20.
William McKinley menjadi presiden ketiga Amerika Serikat yang meninggal akibat pembunuhan ketika sedang menjabat. Sebelumnya, Abraham Lincoln ditembak pada April 1865 dan meninggal sehari setelah serangan tersebut. Presiden James A. Garfield ditembak pada Juli 1881 dan meninggal beberapa bulan kemudian akibat komplikasi dari luka yang dialaminya. Setelah McKinley, Presiden John F. Kennedy menjadi presiden keempat yang terbunuh ketika ditembak di Dallas, Texas, pada November 1963. Rangkaian peristiwa tersebut memberikan pengaruh besar terhadap cara Amerika Serikat mengembangkan sistem perlindungan terhadap kepala negara. Pembunuhan McKinley khususnya menjadi titik penting dalam peningkatan peranan Secret Service untuk melindungi presiden.
Sementara itu, Leon Czolgosz segera ditangkap setelah penembakan. Ia diketahui mempunyai pandangan anarkis dan mengaku melakukan serangan karena menganggap presiden sebagai simbol pemerintahan yang ditentangnya. Czolgosz kemudian menjalani proses pengadilan dan dinyatakan bersalah atas pembunuhan McKinley. Proses hukumnya berlangsung relatif cepat dibandingkan standar peradilan modern. Ia dijatuhi hukuman mati dan dieksekusi menggunakan kursi listrik pada 29 Oktober 1901. Kasus tersebut kemudian memicu kekhawatiran mengenai gerakan anarkisme dan keamanan pejabat publik di Amerika Serikat.
Kematian McKinley juga menjadi salah satu titik perubahan penting dalam sejarah Amerika karena terjadi ketika negara tersebut sedang berkembang menjadi kekuatan dunia. Kebijakan selama pemerintahannya mempunyai pengaruh terhadap ekspansi ekonomi maupun posisi Amerika di kawasan internasional. Perang Spanyol-Amerika membuat Amerika memperoleh kendali atas sejumlah wilayah dan meningkatkan keterlibatannya dalam persoalan di luar benua Amerika. Setelah Roosevelt mengambil alih kepemimpinan, keterlibatan internasional tersebut terus berkembang. Karena itu, transisi dari McKinley menuju Roosevelt sering dipandang sebagai periode penting dalam perubahan posisi Amerika Serikat di panggung dunia.
Selain peristiwa politik, kematian McKinley memperlihatkan keterbatasan penanganan medis pada zamannya. Luka tembak yang mungkin mendapatkan penanganan berbeda dengan teknologi kedokteran modern ketika itu menghadirkan tantangan besar bagi tim dokter. Belum tersedianya antibiotik dan keterbatasan kemampuan diagnostik membuat komplikasi sulit ditangani. Kondisi McKinley yang sempat terlihat membaik juga menunjukkan bahwa luka internal dapat berkembang menjadi masalah serius setelah beberapa hari. Peristiwa tersebut kemudian menjadi bagian dari sejarah panjang perkembangan penanganan trauma dan luka tembak. Kemajuan kedokteran pada dekade-dekade berikutnya secara bertahap meningkatkan kemampuan dokter menangani kondisi semacam itu.
Peristiwa 14 September 1901 pada akhirnya dikenang sebagai hari wafatnya William McKinley setelah delapan hari berjuang menghadapi luka akibat penembakan. Kematiannya mengakhiri masa kepresidenan yang berlangsung sejak 1897 sekaligus membuka era kepemimpinan Theodore Roosevelt. Tragedi tersebut juga mendorong perubahan penting dalam sistem pengamanan Presiden Amerika Serikat dan meninggalkan pengaruh besar terhadap sejarah politik negara tersebut. Lebih dari satu abad kemudian, nama McKinley tetap tercatat sebagai salah satu dari empat presiden Amerika Serikat yang terbunuh ketika masih menjabat. Peristiwa tersebut menjadi pengingat mengenai bagaimana sebuah serangan dalam hitungan detik dapat mengubah arah kepemimpinan sebuah negara. Tanggal 14 September pun terus dikenang sebagai salah satu momen bersejarah dalam perjalanan panjang Amerika Serikat.