Jakarta, 1 September 2026 – Stasiun Karet resmi menghentikan layanan naik dan turun penumpang KRL mulai Selasa (1/9/2026). Pengguna yang sebelumnya mengandalkan Stasiun Karet kini harus beralih ke Stasiun BNI City untuk melanjutkan perjalanan. Pengalihan tersebut dilakukan seiring pekerjaan integrasi Stasiun Karet dengan Stasiun BNI City yang dijadwalkan berlangsung hingga akhir Desember 2026. Meski layanan KRL tetap berjalan, perubahan lokasi naik dan turun penumpang langsung dirasakan pengguna, terutama mereka yang selama ini memilih Stasiun Karet karena aksesnya lebih dekat dengan tempat tinggal atau tujuan mereka.
Penutupan Stasiun Karet pada hari pertama ternyata menimbulkan keluhan dari sejumlah penumpang. Mereka harus berjalan kaki menuju BNI City melalui akses penghubung yang berada di sekitar Stasiun Karet. Jarak perjalanan tersebut berada di kisaran 450 hingga 500 meter dan membutuhkan waktu sekitar lima menit atau lebih, tergantung kondisi serta kecepatan berjalan. Bagi penumpang yang membawa anak, barang bawaan, atau memiliki keterbatasan fisik, tambahan jarak tersebut dirasakan cukup melelahkan. Sejumlah pengguna bahkan mengaku tidak menyangka perpindahan menuju BNI City akan membuat perjalanan terasa jauh lebih berat.
Salah seorang penumpang, Afifah, mengaku sudah terbiasa menggunakan Stasiun Karet karena lokasinya dekat dengan tempat tinggal. Namun, setelah layanan di stasiun tersebut dihentikan, ia harus berjalan menuju BNI City sambil membawa anak. Ia mengaku perjalanan yang semula diperkirakan singkat ternyata membutuhkan waktu lebih dari lima menit. Kondisi cuaca yang panas juga membuat perjalanan tersebut terasa semakin melelahkan. Ia bahkan menggambarkan kondisi setelah berjalan menuju BNI City sebagai pengalaman yang membuat kaki terasa gempor.
Keluhan serupa disampaikan Septi, penumpang berusia 55 tahun yang baru mengetahui adanya pengalihan ketika berada di lokasi. Ia mengaku cukup kelelahan setelah harus berjalan menuju Stasiun BNI City. Menurutnya, pengguna lanjut usia membutuhkan perhatian khusus karena tidak semua penumpang mampu menempuh jarak tersebut dengan mudah. Ia bahkan mengusulkan adanya transportasi gratis yang dapat membantu penumpang lansia dari kawasan Stasiun Karet menuju BNI City. Usulan tersebut muncul karena perubahan akses dinilai cukup memberikan beban tambahan bagi kelompok pengguna tertentu.
Bukan hanya penumpang yang membawa anak atau lansia, pengguna yang membawa barang juga menghadapi persoalan serupa. Sejumlah penumpang mengaku perjalanan melalui selasar penghubung terasa cukup berat ketika harus membawa barang bawaan dalam jumlah banyak. Kondisi ini membuat akses menuju BNI City menjadi salah satu persoalan yang paling banyak disoroti pada hari pertama penutupan Stasiun Karet. Bagi pengguna yang setiap hari mengandalkan KRL untuk bekerja, tambahan berjalan kaki tersebut juga berarti adanya perubahan rutinitas perjalanan. Karena itu, kenyamanan akses selama masa pengalihan menjadi perhatian penting agar perpindahan pengguna tidak menimbulkan masalah baru.
Meski Stasiun Karet ditutup, perjalanan Commuter Line tetap berlangsung sesuai jadwal. Perubahan utama hanya terjadi pada lokasi pelayanan penumpang, sementara pengguna yang sebelumnya naik atau turun di Karet diarahkan untuk menggunakan Stasiun BNI City. KAI Commuter juga menyiapkan petugas, petunjuk arah, fasilitas informasi, serta pengaturan arus penumpang untuk membantu pengguna beradaptasi dengan perubahan tersebut. Langkah tersebut diperlukan karena pada hari pertama pengalihan, Stasiun BNI City terlihat lebih ramai oleh pengguna yang sebelumnya mengandalkan Stasiun Karet.
Penutupan sementara ini dilakukan dalam rangka pekerjaan integrasi antara Stasiun Karet dan Stasiun BNI City. Pengalihan layanan direncanakan berlangsung sampai 31 Desember 2026, sehingga pengguna perlu menyesuaikan pola perjalanan selama beberapa bulan ke depan. Selama periode tersebut, keberadaan akses penghubung menjadi sangat penting karena menjadi jalur utama bagi pengguna yang sebelumnya menggunakan Stasiun Karet. Dengan mempertimbangkan keluhan penumpang pada hari pertama, penyediaan akses yang nyaman dan bantuan khusus bagi lansia maupun pengguna dengan kebutuhan tertentu menjadi salah satu hal yang perlu diperhatikan selama proses integrasi berlangsung.