Jakarta, 27 Agustus 2026 – Nikita Mirzani menjelaskan bagaimana dirinya masih dapat berkomunikasi dan menyampaikan pernyataan mengenai Giorgio Antonio meski tengah menjalani masa tahanan. Ia menyebut warga binaan tetap memiliki akses komunikasi melalui fasilitas resmi Warung Telekomunikasi Khusus Pemasyarakatan atau Wartelsuspas yang kini menyediakan layanan panggilan video.
Penjelasan itu disampaikan Nikita setelah sejumlah warganet mempertanyakan bagaimana dirinya bisa merekam dan menyampaikan cerita mengenai Giorgio dari balik rumah tahanan. Sebelumnya, rekaman suara Nikita yang membahas pria yang kini dikenal sebagai kekasih Sarwendah tersebut beredar dan menjadi perhatian publik.
Dalam rekaman itu, Nikita menyinggung persoalan utang yang disebut belum diselesaikan Giorgio. Ia mengaku pernah meminjamkan uang sebesar Rp200 juta kepada Giorgio dan hingga kini merasa uang tersebut belum dikembalikan. Nikita juga mengatakan dirinya telah mengenal Giorgio sejak sekitar 2017 atau 2018.
Nikita kemudian memberikan klarifikasi melalui video call bersama dokter Oky Pratama. Ia menegaskan bahwa berada di dalam rutan bukan berarti seseorang sama sekali terputus dari komunikasi dengan dunia luar.
Menurut Nikita, fasilitas Wartelsuspas memungkinkan warga binaan tetap berkomunikasi dengan keluarga maupun pihak lain. Fasilitas tersebut juga telah dilengkapi layanan video call sehingga komunikasi dapat dilakukan secara lebih praktis.
“Sekarang zaman udah berubah, sekarang ada wartel yang ada video call-nya,” ujar Nikita dalam penjelasannya.
Keberadaan fasilitas komunikasi tersebut sebelumnya juga telah dijelaskan oleh pihak Direktorat Jenderal Pemasyarakatan. Wartel Suspas merupakan fasilitas resmi yang disediakan bagi tahanan dan warga binaan untuk memenuhi hak komunikasi mereka dengan pihak di luar rutan atau lapas.
Penggunaan fasilitas itu dilakukan dengan ketentuan dan pengawasan petugas. Artinya, video call yang dilakukan dari dalam rutan tidak serta-merta berarti seorang tahanan membawa telepon seluler pribadi ke dalam sel.
Hal tersebut juga pernah dijelaskan kuasa hukum Nikita pada Juli 2026. Pengacara Nikita membantah anggapan bahwa kliennya membawa ponsel pribadi ke dalam sel dan menyebut komunikasi dilakukan menggunakan fasilitas Wartel Suspas yang disediakan pihak rutan.
Sementara itu, persoalan antara Nikita dan Giorgio bermula dari pernyataan Nikita mengenai pinjaman uang. Ia mengaku pernah membantu Giorgio ketika pria tersebut sedang menghadapi persoalan hukum pada masa lalu.
Nikita menyebut bantuan tersebut diberikan karena merasa kasihan dengan kondisi Giorgio ketika itu. Namun, menurut pengakuannya, uang Rp200 juta yang diberikan sebagai pinjaman tersebut belum dikembalikan hingga sekarang.
Nikita juga mengaku telah berusaha menghubungi Giorgio secara langsung untuk menagih uang tersebut. Namun, ia menyebut pesan yang dikirim melalui sejumlah saluran komunikasi tidak mendapatkan respons seperti yang diharapkan.
Kondisi itu kemudian membuat Nikita memilih menyampaikan persoalan tersebut secara terbuka. Pernyataannya mengenai utang tersebut akhirnya menjadi perhatian publik karena disampaikan ketika dirinya sedang menjalani masa tahanan.
Di tengah ramainya pemberitaan tersebut, penting untuk membedakan antara klaim yang disampaikan Nikita dengan fakta yang telah terbukti secara hukum. Sampai saat ini, tudingan mengenai utang Rp200 juta tersebut merupakan pernyataan dari pihak Nikita, sementara Giorgio Antonio belum memberikan klarifikasi mengenai tudingan tersebut dalam pemberitaan yang tersedia.
Dengan adanya Wartelsuspas, Nikita tetap dapat berkomunikasi secara resmi meskipun berada di balik jeruji besi. Fasilitas tersebut sekaligus menjelaskan mengapa dirinya masih dapat melakukan panggilan video dan menyampaikan tanggapan mengenai persoalan yang tengah menjadi sorotan.
Kasus ini pun kembali menarik perhatian terhadap fasilitas komunikasi bagi warga binaan. Di satu sisi, komunikasi merupakan hak yang tetap diberikan selama berada dalam rutan atau lapas. Di sisi lain, penggunaannya tetap berada dalam aturan dan pengawasan pihak pemasyarakatan.
Bagi Nikita, fasilitas tersebut menjadi sarana untuk tetap berkomunikasi dengan orang-orang di luar rutan, termasuk ketika dirinya ingin memberikan penjelasan mengenai persoalan utang dengan Giorgio. Ia pun tidak lagi perlu menjawab pertanyaan mengenai bagaimana dirinya bisa berbicara dari balik penjara karena komunikasi tersebut dilakukan melalui fasilitas resmi yang tersedia di rutan.