Jakarta, 16 Oktober 2026 – Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) membuka kesempatan bagi perusahaan untuk bergabung sebagai mitra penyelenggara Program Magang Nasional atau MagangHub Batch 3 Angkatan II Tahun 2026. Pendaftaran yang telah berlangsung sejak 28 September tersebut dijadwalkan berakhir pada 22 Oktober 2026, sehingga perusahaan yang berminat masih memiliki kesempatan untuk mengikuti proses seleksi. Program ini merupakan bagian dari upaya pemerintah memperluas akses pengalaman kerja bagi lulusan perguruan tinggi sekaligus memperkuat hubungan antara dunia pendidikan dan kebutuhan industri. Menteri Ketenagakerjaan Yassierli menegaskan bahwa keterlibatan perusahaan menjadi faktor penting dalam menyediakan kesempatan pemagangan yang relevan dengan perkembangan pasar tenaga kerja. Melalui program tersebut, pemerintah berharap semakin banyak lulusan baru memperoleh pengalaman profesional yang dapat meningkatkan kompetensi serta kesiapan mereka memasuki dunia kerja.
Dalam pelaksanaannya, Kemnaker memberikan perhatian terhadap perusahaan yang sebelumnya telah berpartisipasi dalam program MagangHub dan merekrut peserta dari angkatan terdahulu. Perusahaan tersebut menjadi salah satu prioritas dalam proses pendaftaran mitra penyelenggara tahun ini karena dinilai telah memiliki pengalaman dalam menjalankan kegiatan pemagangan. Meski demikian, kesempatan juga terbuka bagi perusahaan lain yang memenuhi persyaratan administratif dan memiliki kemampuan menyediakan program pembelajaran kerja. Pemerintah turut mendorong perusahaan untuk menghadirkan kesempatan pemagangan yang inklusif, termasuk bagi penyandang disabilitas. Langkah tersebut diharapkan dapat memperluas pemerataan akses terhadap pengalaman kerja sekaligus menciptakan lingkungan profesional yang lebih terbuka bagi berbagai kelompok pencari kerja.
Rangkaian pendaftaran MagangHub Batch 3 Angkatan II disusun melalui beberapa tahapan yang harus diperhatikan oleh calon mitra penyelenggara. Sosialisasi dan pendaftaran perusahaan berlangsung mulai 28 September hingga 22 Oktober 2026, sedangkan proses verifikasi calon mitra dilaksanakan pada 28 September sampai 23 Oktober 2026. Setelah tahapan pemeriksaan selesai, Kemnaker menjadwalkan penetapan mitra penyelenggara sekaligus penayangan lowongan pemagangan pada 26 hingga 27 Oktober 2026. Perusahaan yang mengikuti program diminta menyiapkan seluruh dokumen dan informasi pendukung secara lengkap agar proses pemeriksaan dapat berlangsung sesuai ketentuan. Kelengkapan administrasi menjadi aspek penting karena setiap calon mitra harus memenuhi persyaratan sebelum memperoleh persetujuan untuk menyelenggarakan kegiatan pemagangan.
Untuk mendukung kelancaran proses pendaftaran, Kemnaker juga membuka layanan konsultasi dan pendampingan bagi perusahaan di wilayah Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi. Layanan tersebut diselenggarakan pada Jumat, 16 Oktober 2026, mulai pukul 09.00 hingga 16.00 WIB di Aula Gedung Vokasi, Jalan Gatot Subroto Kavling 44, Jakarta Selatan. Direktur Jenderal Pembinaan Pelatihan Vokasi dan Produktivitas Kemnaker, Darmawansyah, menjelaskan bahwa fasilitas ini disiapkan untuk membantu perusahaan memahami mekanisme pendaftaran serta menyelesaikan berbagai kendala administratif. Pendampingan mencakup pengurusan Wajib Lapor Ketenagakerjaan Perusahaan atau WLKP, penggunaan sistem MagangHub, hingga penyelesaian persoalan teknologi informasi yang mungkin muncul selama proses registrasi. Melalui layanan tersebut, pemerintah berupaya memastikan perusahaan memperoleh bantuan langsung sehingga proses pendaftaran dapat dilakukan dengan lebih mudah dan terarah.
Darmawansyah menilai keterlibatan perusahaan dalam program pemagangan memberikan manfaat bagi pengembangan kompetensi lulusan perguruan tinggi sekaligus mendukung kebutuhan tenaga kerja industri. Perusahaan yang menjadi mitra dapat memperoleh kesempatan mengenali talenta muda dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia melalui pengalaman kerja yang berlangsung secara langsung. Selain membantu peserta memahami lingkungan profesional, program tersebut juga memungkinkan perusahaan melakukan pengamatan terhadap kemampuan teknis, kedisiplinan, serta kesiapan calon tenaga kerja. Pengalaman tersebut dapat menjadi pertimbangan dalam pengembangan sumber daya manusia maupun kebutuhan rekrutmen pada masa mendatang. Kemnaker berharap perusahaan tidak hanya menyediakan tempat magang, tetapi juga menyusun kegiatan pembelajaran yang sesuai dengan kebutuhan pekerjaan sehingga peserta memperoleh manfaat nyata selama mengikuti program.
Pada pelaksanaan MagangHub Tahap 3 Tahun 2026, pemerintah menyiapkan kuota sekitar 70.000 peserta yang ditujukan bagi lulusan baru pendidikan diploma, sarjana, dan pendidikan profesi. Program ini menyasar lulusan perguruan tinggi dengan masa kelulusan paling lama satu tahun agar mereka memiliki kesempatan meningkatkan pengalaman sebelum memasuki dunia kerja secara penuh. Kegiatan pemagangan direncanakan berlangsung selama enam bulan dengan dukungan pembiayaan tertentu dari pemerintah sesuai ketentuan program. Dukungan tersebut meliputi uang saku yang mengacu pada upah minimum, kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan, serta sertifikasi kompetensi melalui Badan Nasional Sertifikasi Profesi sesuai persyaratan yang berlaku. Fasilitas tersebut diharapkan dapat membantu peserta menjalani proses pembelajaran kerja dengan lebih baik sekaligus memperoleh pengakuan terhadap kompetensi yang dikembangkan selama masa pemagangan.
Perusahaan yang ingin menjadi mitra penyelenggara perlu memastikan kesiapan administrasi serta menyusun kebutuhan posisi pemagangan secara terperinci. Dalam mekanisme pendaftaran MagangHub, perusahaan menggunakan ekosistem akun SIAPKerja dan melengkapi informasi yang berkaitan dengan identitas perusahaan serta penyelenggaraan program. Kebutuhan pemagangan juga perlu disesuaikan dengan bidang pekerjaan, persyaratan pendidikan, lokasi penempatan, jumlah peserta, dan kegiatan pembelajaran yang akan diberikan. Penyusunan program yang jelas diperlukan agar calon peserta memahami tanggung jawab serta kompetensi yang diharapkan selama menjalani pemagangan. Setelah proses pendaftaran selesai, pemerintah melakukan pemeriksaan terhadap calon mitra sebelum menetapkan perusahaan yang memenuhi ketentuan sebagai penyelenggara resmi. Mekanisme tersebut menjadi bagian dari upaya menjaga kualitas pelaksanaan program sekaligus memastikan kegiatan pemagangan memiliki tujuan pembelajaran yang terukur.
Pembukaan pendaftaran mitra MagangHub Batch 3 Angkatan II menjadi salah satu langkah pemerintah dalam memperluas kesempatan kerja dan meningkatkan kesiapan lulusan perguruan tinggi menghadapi persaingan pasar tenaga kerja. Dengan batas pendaftaran pada 22 Oktober 2026, perusahaan diharapkan segera menyelesaikan proses registrasi dan mempersiapkan kebutuhan pemagangan sebelum tahapan verifikasi berakhir. Pemerintah juga terus mendorong keterlibatan dunia usaha agar kesempatan yang tersedia dapat menjangkau lebih banyak bidang industri dan kelompok lulusan baru. Penetapan mitra pada akhir Oktober akan menjadi tahapan penting sebelum lowongan pemagangan ditawarkan kepada calon peserta dan pelaksanaan program dimulai pada November 2026. Keberhasilan program ini akan sangat bergantung pada kesiapan perusahaan menyediakan pembelajaran berkualitas, efektivitas pengawasan, serta kesesuaian kompetensi peserta dengan kebutuhan pekerjaan. Melalui kolaborasi antara pemerintah, perguruan tinggi, dan dunia usaha, MagangHub diharapkan dapat menjadi sarana pengembangan tenaga kerja muda yang lebih kompeten, adaptif, dan siap berkontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi nasional.
Is this conversation helpful so far?