Jakarta, 29 September 2026 –
Sejumlah saham mencatatkan kenaikan tajam pada perdagangan Bursa Efek Indonesia (BEI), Selasa (29/9/2026), meski Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berakhir di zona merah. Saham PT Semacom Integrated Tbk (SEMA) menempati posisi teratas dalam daftar top gainer dengan kenaikan 24,85 persen dan ditutup pada harga Rp412 per saham. Posisi berikutnya ditempati PT Ifishdeco Tbk (IFSH) yang menguat 24,80 persen. Penguatan kedua saham tersebut berlangsung ketika IHSG ditutup turun 26,16 poin atau 0,43 persen ke level 6.121,70.
Di posisi ketiga terdapat saham PT ALSOK Indonesia Services Tbk (SOSS) yang melonjak 24,77 persen hingga berakhir pada Rp1.385 per saham. PT Bank of India Indonesia Tbk (BSWD) menyusul di posisi keempat dengan kenaikan 24,53 persen dan ditutup pada Rp2.310. Sementara itu, saham PT Alkindo Naratama Tbk (ALDO) menempati posisi kelima setelah menguat 24,48 persen ke Rp1.195 per saham. Lima saham teratas tersebut sama-sama membukukan kenaikan lebih dari 24 persen pada akhir perdagangan.
Lima saham lainnya yang melengkapi sepuluh besar adalah PT Cipta Selera Murni Tbk (CSMI) dengan kenaikan 24,35 persen, PT Andalan Sakti Primaindo Tbk (ASPI) 22,06 persen, dan PT Sona Topas Tourism Industry Tbk (SONA) 18,46 persen. Selanjutnya terdapat PT MNC Digital Entertainment Tbk (MSIN) yang menguat 17,05 persen. PT Ace Oilfields Tbk (KUAS) melengkapi sepuluh besar setelah naik 16,67 persen.
Kenaikan sejumlah saham tersebut berlawanan dengan arah IHSG yang sepanjang perdagangan masih menghadapi tekanan. Indeks bergerak pada kisaran terendah 6.013 dan tertinggi sekitar 6.150 sebelum akhirnya berhenti pada 6.121,70. Sejumlah sektor ditutup melemah, termasuk energi, barang baku, konsumer non-siklikal, kesehatan, properti, teknologi, dan transportasi. Sementara sektor industri, konsumer siklikal, keuangan, serta infrastruktur mampu bertahan di zona positif.
Aktivitas perdagangan saham pada hari tersebut mencapai nilai sekitar Rp13 triliun dengan volume sekitar 36 miliar saham. Berdasarkan salah satu pencatatan pasar, terdapat 315 saham yang menguat, 391 saham melemah, dan 257 saham stagnan pada penutupan. Indeks LQ45 turun 0,60 persen, JII melemah 0,55 persen, IDX30 terkoreksi 0,57 persen, dan MNC36 turun 0,07 persen. Kondisi tersebut memperlihatkan bahwa lonjakan saham-saham top gainer terjadi di tengah tekanan yang masih meliputi indeks utama.
Di sisi lain, daftar saham dengan penurunan terbesar mencakup DSFI, RISE, MBTO, SAFE, AKKU, FORU, TAMU, ATLA, BABP, dan BCAP. Saham-saham tersebut mencatatkan penurunan dalam rentang sekitar 13,95 persen hingga 15 persen. Sementara berdasarkan nilai transaksi, BBCA berada di posisi teratas dengan transaksi sekitar Rp923 miliar, diikuti BMRI Rp764 miliar dan CUAN Rp598 miliar. TLKM dan BUMI masing-masing mencatat nilai transaksi sekitar Rp539 miliar dan Rp428 miliar.
Pergerakan SEMA, IFSH, dan saham lain yang naik dua digit menunjukkan adanya aktivitas perdagangan yang kuat pada sejumlah emiten tertentu meskipun IHSG secara keseluruhan melemah. Kenaikan harga dalam satu hari tetap perlu dilihat bersama volume transaksi, informasi perusahaan, kondisi fundamental, serta volatilitas pasar. Daftar top gainer menggambarkan saham dengan persentase kenaikan terbesar pada satu sesi dan bukan ukuran langsung mengenai prospek investasi berikutnya. Investor tetap perlu mencermati perkembangan pasar dan keterbukaan informasi masing-masing emiten sebelum mengambil keputusan investasi.